Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Integrative Medicine for Arthritis in Elderly: Harnessing the Traditional Wisdom and Modern Evidence” pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Untar, Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, Dekan FK Untar Dr. dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ, dan Ketua Panitia dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D, ini mempertemukan keunggulan ilmu medis modern dengan kearifan pengobatan tradisional. Rangkaian pleno yang dipandu oleh moderator dr. Djung Lilya Wati, Sp.N ini turut diwarnai peluncuran buku rujukan penting oleh Ketua PDHMI, dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, MBA, MKes.

Sesi pleno utama menghadirkan delapan topik komprehensif dari pakar lintas negara. Pemaparan dimulai oleh dr. Paskalis Andrew Gunawan, SpPD, Subsp.Ger yang menyoroti artritis sebagai masalah umum lansia, dilanjutkan oleh Prof. Tian Xuefei, Ph.D. mengenai efektivitas senam perawatan kesehatan tradisional Tiongkok. Kedalaman etnomedisin dieksplorasi lebih jauh oleh Prof. Dr. Wei Wang dan Mochamad Subechan, A.Md.Kes, sementara Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D merincikan bukti klinis penggunaan herbal untuk radang sendi. Penanganan geriatri yang holistik semakin diperkuat lewat materi integrasi farmakologi modern oleh Prof. Dr. Anjan Khadka, MBBS, MD, peran transformatif yoga oleh Prof. Dr. Vinay Arasappa Viswanatha, MBBS, MD, FAIMER, serta manajemen kesehatan lansia oleh Prof. Dr. Marcel Olde Rikkert.

Antusiasme peserta berlanjut pada sesi “Lunch Presentation” yang digelar paralel di Ruang 501 dan 502, dipandu oleh dr. Djung Lilya Wati, Sp. N dan dr. Eko Kristanto Kunta Adjie, Sp. A. Para akademisi muda dan peneliti mempresentasikan inovasi mutakhir, di antaranya evaluasi Cannabidiol untuk meredakan Rheumatoid Arthritis dan Kolitis Ulserativa, hingga pengembangan eksosom tanaman kunyit sebagai sistem pengantar kurkumin untuk meningkatkan efektivitas pengobatan Osteoarthritis. Topik lain yang tak kalah menarik mencakup peran peptida kolagen, pengiriman nano Seco-coccinic acid F, hingga pemanfaatan madu hitam Baduy sebagai terapi komplementer. Perhelatan akademis yang padat ini ditutup dengan meriah melalui pengumuman pemenang kompetisi ilmiah dan penyerahan hadiah yang diserahkan langsung oleh Dekan FK Untar dan Ketua Panitia.


