Jakarta – Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) dalam menumbuhkan budaya meneliti di kalangan dokter muda dan mahasiswa kembali membuahkan hasil membanggakan. Dalam ajang bergengsi Scientific Competition PIT X IDI Cabang Tangerang, perwakilan FK Untar berhasil mendominasi panggung juara di dua kategori utama.
Pada kategori Original Research, delegasi FK Untar secara spektakuler merebut seluruh posisi teratas:
- Juara 1: Diraih oleh dr. Alicia Sarijuwita, S.Ked, yang meneliti parameter kerontokan rambut dan korelasinya dengan asam urat serum, memberikan perspektif metabolik baru dalam tatalaksana dermatologi.
- Juara 2: Disabet oleh Bryan Anna Wijaya, lewat telaah retrospektif prediktor sepsis pada atresia esofagus tipe C pada bayi baru lahir, menghadirkan model evaluasi preoperatif yang akurat untuk fasilitas kesehatan rujukan.
- Juara 3: Dimenangkan oleh Diana Dinali, melalui studi skrining terintegrasi TB-DM yang memperlihatkan beban ganda penyakit metabolik dan infeksi paru di tingkat komunitas.
Sementara itu, pada kategori Case Report, gelar prestisius Abstrak Terbaik 1 berhasil diraih oleh Syilvia Cendy Enike, S.Ked. Laporan kasusnya mengenai penanganan komplikasi torsio pada undesensus testis inguinal dinilai sangat komprehensif dan memberikan pembelajaran diagnostik krusial bagi praktik kegawatdaruratan bedah anak.
FK Untar menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi yang diraih oleh para delegasi serta bimbingan intensif dari para dosen pembimbing. Capaian ini menegaskan reputasi FK Untar sebagai institusi pendidikan kedokteran unggul yang konsisten melahirkan tenaga kesehatan berwawasan ilmiah tajam, solutif, dan berdedikasi tinggi bagi masyarakat.
