Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan penyegaran (refresher) bagi para dosen pengampu pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk menegaskan kembali standar peran dosen sekaligus mengoptimalkan mutu pengajaran di lingkungan FK Untar.
Dosen memegang peran vital sebagai fasilitator, pengajar, dan role model yang berdampak langsung pada pembentukan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), penalaran klinis (clinical reasoning), serta keterampilan praktis mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi blok berkala, FK Untar memandang perlunya penyegaran secara berkala untuk terus memperkuat efektivitas dosen, khususnya dalam mendampingi diskusi Problem-Based Learning (PBL) dan Keterampilan Klinis Dasar (KKD). Pada kesempatan ini hadir sebagai narasumber Prof. dr. Diantha Soemantri, M.Med.Ed, Ph.D, yang membawakan materi “Peran Staf Pengajar sebagai Tutor” dan “Prinsip Penyusunan Pemicu Diskusi Problem-Based Learning (PBL)”.
Melalui pelatihan ini, para dosen diajak untuk mengevaluasi dan memperkuat beberapa kompetensi utama, meliputi:
- Penguatan Peran Pendidik: Menegaskan standar dan efektivitas dosen saat bertindak sebagai tutor diskusi PBL, narasumber kuliah, maupun instruktur dalam sesi KKD.
- Penyusunan Pemicu PBL: Mengasah keterampilan dosen dalam merancang pemicu (scenarios/triggers) kasus yang presisi agar mampu melatih daya analitis dan berpikir kritis mahasiswa.
- Penyelarasan Standar Pengajaran: Menyepadankan persepsi dan tolok ukur seluruh pengajar dalam memberikan bimbingan serta evaluasi kepada mahasiswa.
Melalui program penyegaran berkelanjutan ini, FK Untar berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas para staf pengajar. Proses pembelajaran yang terstandardisasi dan berkualitas diharapkan dapat terus menjaga mutu lulusan dokter FK Untar yang kompeten, mahir secara klinis, dan siap bersaing di dunia medis.
