Jakarta – Unit Medis Reaksi Cepat (UMRC) FK Untar kembali mengadakan Pendidikan Dasar (DIKSAR) XXIII untuk menggembleng calon anggota barunya. Mengusung tema “PRIME: Preparing Resilient Individuals for Medical Emergencies”, kegiatan kaderisasi internal ini sukses melahirkan 16 calon anggota yang siap, tangguh, dan responsif dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis yang berlangsung pada 30 Mei dan 6 Juni 2026 di Kampus Universitas Tarumanagara.
Pembekalan Teori dari Komposisi Pakar Terbaik
Pada hari pertama, peserta dibekali materi teoretis krusial dari para narasumber ahli (internal dan eksternal) untuk membangun fondasi berpikir yang sistematis saat menghadapi kondisi darurat:
- Basic Pharmacology – Dibawakan oleh Dr. dr. Shirley Gunawan, Sp.FK
- Disaster Management – Dibawakan oleh dr. Adrianus Kanaris Effendy, Sp.EM
- Common Medical Cases – Dibawakan oleh dr. Martin, M. Biomed
Sesi Mentoring Interaktif dan Ujian Ketat
Tidak hanya sekadar duduk dan mendengarkan teori, para peserta langsung diterjunkan ke sesi mentoring praktis yang interaktif. Di bawah bimbingan langsung para mentor senior UMRC FK Untar, peserta melatih kemampuan klinis dasar meliputi:
- Basic Life Support (BLS) / Resusitasi Jantung Paru (RJP)
- Teknik evakuasi, triase, dan jaga medis
- Balut-bidai dan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)

Sebagai tolok ukur kompetensi, pada hari kedua (6 Juni 2026), ke-16 peserta harus melewati tantangan berat berupa Ujian Lisan Praktik di Ruang KKD Lantai 17 yang diuji langsung oleh jajaran dokter spesialis dan dosen FK Untar, disusul dengan Ujian Tulis objektif.
“Melalui peningkatan nilai pre-test ke post-test serta keberhasilan seluruh peserta melewati ujian, kami bangga kader-kader baru ini tidak hanya paham teori, tetapi juga cekatan secara motorik di lapangan,” ujar Vicka Graciela, Ketua Pelaksana DIKSAR XXIII.
Respons Positif dan Harapan Masa Depan
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa sesi mentoring dan ujian lisan menjadi bagian yang paling berkesan karena mereka dipaksa berpikir cepat dalam variasi simulasi kasus medis darurat.
Dengan dukungan penuh dari pihak dekanat serta kolaborasi internal bersama BEM, DPM, dan PTBMMKI, DIKSAR XXIII diharapkan mampu mencetak generasi tim medis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat di masa depan.
Mencegah dan bersiap jauh lebih baik daripada panik saat bencana melanda. Selamat bergabung bagi para anggota baru UMRC FK Untar!
