Jakarta – Asian Medical Students’ Association Universitas Tarumanagara (AMSA-Untar) sukses menyelenggarakan salah satu program kerja terbesarnya, Event Of The Year (EOTY) 2026, pada Sabtu (2/5). Bertempat di Kelurahan Semanan, Kalideres, kegiatan ini mengusung tema visioner: “Reviving the Red: Kenali Anemia Defisiensi Besi dan Jaga Asupan Besi”.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 13.20 WIB ini dirancang sebagai bentuk dedikasi nyata mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Fokus utama tahun ini adalah anemia defisiensi besi, sebuah isu kesehatan yang masih kerap terabaikan namun berdampak signifikan pada produktivitas dan kualitas hidup.
Pendekatan Holistik di Kelurahan Semanan
Pemilihan Kelurahan Semanan sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Berdasarkan survei pra-acara, wilayah ini dinilai memiliki urgensi tinggi terkait kebutuhan edukasi kesehatan.
“Kami melihat kondisi masyarakat di sini masih kurang teredukasi mengenai anemia. Harapannya, EOTY tidak hanya menjadi pemeriksaan sesaat, tapi juga wadah bagi mahasiswa FK Untar untuk menerapkan ilmu dan berkontribusi nyata,” ujar Erika Wahyuni, selaku Ketua Pelaksana EOTY 2026.

Rangkaian Pemeriksaan Kesehatan Komprehensif
Meskipun kuota dibatasi untuk 200 orang demi menjaga efektivitas layanan, antusiasme warga sangat tinggi dengan total 174 peserta yang hadir membawa kupon pemeriksaan. Rangkaian layanan kesehatan gratis yang disediakan meliputi:
- Skrining Anemia (Cek Hemoglobin & Pengambilan Darah)
- Pemeriksaan Tanda -Tanda Vital (TTV)
- Analisis Komposisi Tubuh, Antropometri, dan Lemak Subkutan
- Pemeriksaan Kekuatan Genggaman Tangan & Hidrasi Kulit
- Uji Fungsi Paru (Spirometri)
- Konseling medis langsung bersama dokter.
Selain aspek klinis, panitia juga menghadirkan sisi interaktif melalui Dapur Kreasi (lomba memasak sehat antar warga) dan sesi Zumba untuk mempromosikan pola hidup aktif.

Kolaborasi Multidisiplin
Kesuksesan acara ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan 45 personel panitia dan volunteer (termasuk EB, VEB, dan BPHI AMSA-Untar). Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak, di antaranya:
- Dosen dan Pihak Rektorat FK Untar
- Fakultas Psikologi Untar
- Pemerintah Kelurahan Semanan
- Klinik Citra Semanan dan PKM dr. Alex

Dampak Nyata dan Harapan ke Depan
Pretty Durga Dharsini, selaku Penanggung Jawab acara, menekankan bahwa kegiatan ini memberikan dampak dua arah. “Bagi warga, mereka bisa melakukan deteksi dini agar penyakit tidak memperparah kondisi. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium sosial untuk berlatih menangani pasien secara langsung sekaligus mengumpulkan data penting untuk penelitian pengabdian masyarakat,” jelasnya.
Erika Wahyuni menambahkan bahwa banyak warga yang baru menyadari kondisi kesehatan mereka setelah hasil lab keluar, sehingga intervensi medis dapat segera dilakukan. Kedepannya, AMSA-Untar berharap dapat menjangkau lebih banyak wilayah dengan dukungan sumber daya yang lebih besar.
Dengan berakhirnya EOTY 2026, FK Untar melalui AMSA-Untar kembali meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap problematika kesehatan di masyarakat sekitar.
