Jakarta – Menangani nyeri saraf leher akibat Hernia Nukleus Pulposus (HNP) sering kali menjadi tantangan klinis, terutama jika terapi obat dan fisioterapi tidak kunjung membuahkan hasil. Berangkat dari kasus nyata tersebut, delegasi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar), Frisca Meganindita, sukses meraih Juara 2 Poster Competition dalam ajang 1st Biennial Bogor Pain Scientific Meeting.
Pertemuan ilmiah yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di Harris Hotel & Convention Cibinong, Bogor ini mengusung tema “Global Year Campaign: Raising Awareness of Neuropathic Pain”. Dalam kompetisi tersebut, Frisca mempresentasikan laporan kasus berjudul “Radiofrekuensi Berdenyut pada Ganglion Akar Dorsal Servikal pada Radikulopati Servikal Akibat HNP C5–C6”, hasil kolaborasi bersama dr. Ismi Adhanisa Hamdani, dr. Henny Widyastuti, dan dr. Hari Andang Sasongko dari Bogor Pain Center serta Departemen Neurologi RSUD Dr. K.H. Idham Chalid.
Capaian ini menjadi bukti nyata kepiawaian mahasiswa FK Untar dalam mengeksplorasi modalitas terapi modern yang solutif, sekaligus memperkuat sinergi riset antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan jejaring.
